Wisata Kampung Majapahit di Bejijong, Jejak Kejayaan Majapahit di Trowulan

Tempat Romantis - Wisata kampung majapahit di Bejijong, jejak kejayaan majapahit di trowulan merupakan salah satu tempat bersejarah. Tentunya, nama Majapahit sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia, khusunya Pulau Jawa. Setiap mendengar kata “Majapahit”, mungkin sudah pasti berfikiran bawhwa sebuah kerajaan besar dengan tokok yang melegenda adalah Gajah Mada.

Kerajaan Majapahit sendiri mulai berdiri pada tahun 1293 M dan runtuh pada tahun 1500 M. Saat ini, yang tersisa hanyalah penggalan cerita dan jejak-jejak sejarah yang dapat ditemukan di Kampung Majapahit  yang berada di Desa Bejijong - Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Banyak arkeolog, ilmuwan, bahkan paranormal yang tertarik meneliti tentang tempat bersejarah ini.

Kampung Majapahit
Photo by @fileski

Desa Bejijong – Trowulan mudah untuk dikunjungi dan tidak sulit untuk menemukan lokasinya. Desa ini berada di pinggir jalan utama Jombang – Mojokerto. Ciri utama dari desa ini adalah adanya gapura kampung yang sangat jelas berbeda dengan kampung-kampung lain dengan gaya bangunan yang kuno berbentuk pendopo tapi tetap berdiri kokoh.

Berkunjung ke tempat wisata memang sering dilakukan oleh setiap orang, namun banyak orang yang kurang peduli dengan mengunjungi tempat wisata bersejarah seperti Kampung Majapahit yang ada di Bejiong Trowulan ini. Padahal dengan mengunjungi tempat bersejarah akan lebih menguntungkan karena mendapatkan ilmu sejarah dan menambah jiwa patriotisme kita.

Mengenal Kampung Majapahit di Bejijong – Trowulan
Wisata ke tempat bersejarah seperti peninggalan Kerajaan Majapahit di Bejijong – Trowulan ini merupakan salah satu bentu apresiasi kita terhadap warisan budaya yang ada di Indonesia. Dengan mengenal tempat bersejarah seperti itu, rasa cinta terhadap tanah air akan tercipta dan lebih menghargai warisan budaya Bangsa Indonesia yang beragam.

Kampung Majapahit
Photo by @afzan_yusuf

Ciri utama dari tempat bersejarah ini adalah adanya bangunan pendopo dengan model kuno yang tetap berdiri kokoh disana. Sebuah bangunan pendopo terbuka dengan empattiang dari kayu, latai dari bebatuan sungai, dinding dari batu bata merah, atap berbentuk limas segitiga memanjang, dan pintu kembar berukuran besar serta imbuhan jendela jayu di sisi kanan dan kirinya.

Memasuki Kampung Majapahit mendapatkan suasana berbeda karena bentuk rumah yang hampir sama semua yang membedakan hanyalah ukuran rumahnya yang besar dan kecil. Terdapat pula makam Siti Inggilm yaitu makam raja dari Kerajaan Majapahit yaitu Raden Wijaya.

Selain bentuk rumah joglo yang masih kokoh, disana juga terdapat banyak peninggalan sejarah seperti Candi Brahu, Candi Bajangratu, Candi Tikus, Candi Gentong, Candi Minak Jinggo, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dari keseluruhan candi yang ada, hampir semua terbuat dari bata merah yang tersusun rapih dan tegak berdiri. Candi Bajangratu berbentuk menyerupai gapura raksasa yang beratap snagat tinggi. Candi Minak Jinggo terbuat dari material berbeda dari yang lainnya, yaitu terbuat dari Batu Andesit.

Selain bentuk rumah adat dan candi, ada banyak lagi peninggalan sejarah di wisata bersejarah ini, antara lain adanya relief bergambar, ubin pola segienam dan beberapa sumur keramat. Beberapa benda bersejarah tersebut telah diamankan di museum karena takut hilang ataupun rusak karena banyaknya pengunjung.

Para pengunjung wisata bersejarah ini juga dapat belajar untuk membuat batik tulis, karena di dalam perjalanan wisata di Trowulan ini terdapat pengrajin batik yang dapat membantu anda utnuk belajar membatik dengan warna khas dominan berwarna coklat muda dan biru.

Demikian informasi mengenai Kampung Majapahit yang berada di Desa Bejijong – Trowulan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dan dapat meningkatkan kesadaran kita untuk mencintai budaya dan peninggalan sejarah di Negara Indonesia yang kaya akan sejarah ini. Sekian dan terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel